Rupiah Sore Naik 48 Poin

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Senin sore (20/3), naik 48 poin jadi Rp13. 297, dibanding terlebih dulu di posisi Rp13. 345 per dolar AS.

Rupiah Sore Naik 48 Poin

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin menyampaikan, pertemuan The Fed yang menambah tingkat suku bunga referensinya, masihlah berimbas positif pada kurs rupiah di pasar mata uang dalam negeri.

” Menyusutnya resiko ketidakpastian dari The Fed itu bikin ‘demand’ pada dolar AS menyusut, dan juga berimbas pada teraresiasinya mata uang negara-negara berkembang, termasuk juga rupiah, ” tuturnya.

Pada minggu lantas, The Fed mengambil keputusan, untuk menambah suku bunga referensinya dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berjalan pada 14-15 Maret sebesar 0, 25 basis poin ke posisi 0, 75-1 %.

Di segi lain, lanjut dia, kalkulator kurs pasar kalau kenaikan suku bunga The Fed setelah itu akan tidak sangat agresif memberi desakan untuk mata uang dolar AS.

” Kami harap masihlah sama, dimana laju rupiah bisa meneruskan gerakan positifnya. Terlebih untuk keluar dari trend mendatar, ” tuturnya.

Pengamat pasar uang Bank Woori Saudara Indonesia Tbk Rully Nova memberikan, aliran dana asing yang masuk ke pasar keuangan domestik ikut memengaruhi fluktuasi rupiah.

” Pasar optimistis, instansi pemeringkat internasional Standard & Poor’s (S&P) bakal menaikan peringkat Indonesia jadi ‘investment grade’ mengingat perekonomian Indonesia yang cukup stabil, di dalam sentimen eksternal yang relatif masihlah melambat, ” tuturnya kepada http://kursdollar.co.id.

Disamping itu, dalam kurs tengah Bank Indonesia (BI) pada Senin ini mencatat nilai tukar rupiah bergerak menguat ke posisi Rp13. 329 dibanding hari terlebih dulu (Jumat, 17/3) Rp13. 342 per dolar AS.